Sinergi ANT dan Sudin Bina Marga, 18 Jalur Fiber Optik Direlokasi di Jakarta Timur

JAKARTA — PT Alfa Nusantara Teknik (ANT) melakukan ceremonial pemutusan jaringan utilitas fiber optik sebagai bagian dari proses relokasi jaringan kabel udara ke bawah tanah di Jalan H. Naman, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penataan utilitas jaringan telekomunikasi yang dikerjakan PT Alfa Nusantara Teknik sebagai mitra Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), dengan pemberi pekerjaan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur melalui APJATEL.

Relokasi jaringan mencakup pekerjaan galian sepanjang 3.500 meter dengan pembangunan sebanyak 18 jalur kabel. Dalam pekerjaan tersebut, terdapat 14 provider yang menjadi pemilik aset jaringan.

Ke-14 provider tersebut yakni Morarepublic, FMI, Biznet, Balitower, Fastel, Icon Plus, Unicom, iForte, Xnode, Linknet, Quantum, Asianet, Telkom, dan Fiberstar.

Pekerjaan dilakukan menggunakan metode boring katrek manual dengan kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter. Pelaksanaan pekerjaan dimulai sejak 30 April 2026 dan berlangsung selama kurang lebih enam bulan.

Dalam proses pengerjaannya, rata-rata 50 hingga 60 pekerja dilibatkan setiap harinya.

Perwakilan Komisaris PT Alfa Nusantara Teknik, Agung Setiaji, mengatakan relokasi jaringan tersebut merupakan bentuk sinergi antara ANT, APJATEL, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur.

“Intinya ANT sebagai mitra APJATEL bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini wilayah administrasi Jakarta Timur melalui Suku Dinas Bina Marga, melakukan relokasi jaringan kabel udara ke dalam tanah,” ujar Agung.

Menurut Agung, penataan jaringan utilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai langkah tersebut juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda melanjutkan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital, teknologi, dan konektivitas informasi yang merata serta terintegrasi.

“Harapannya sinergitas ini berlangsung terus-menerus dan berkesinambungan dengan didukung oleh semua pihak terkait atau stakeholder demi kemajuan bangsa dan khususnya Kota Jakarta,” kata Agung.

Agung menambahkan, salah satu tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan berkaitan dengan aspek keselamatan atau safety serta koordinasi dengan masyarakat yang tetap melintasi jalan di sekitar lokasi pekerjaan.

“Tantangan yang dihadapi selama kegiatan lebih kepada safety dan koordinasi antara pekerja dan warga yang melintasi jalan saat melakukan pekerjaan,” ujar Agung.

Relokasi jaringan kabel udara ke bawah tanah diharapkan dapat mendukung penataan utilitas telekomunikasi sekaligus memperkuat infrastruktur digital di Jakarta.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *