Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, SIB Sebut Banten Paku Bumi Nusantara

JAKARTA — Komjen Pol Suyudi Ario Seto disetujui menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Persetujuan tersebut diberikan Komisi III DPR RI setelah Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri pada Kamis (1/10/2026).

Suyudi memiliki keterikatan kuat dengan Provinsi Banten. Ia lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sebelum dipercaya sebagai calon Kapolri, Suyudi pernah menjabat Kapolda Banten pada 26 Juni 2024 hingga 5 Agustus 2025.

Setelah meninggalkan jabatan Kapolda Banten, Suyudi kemudian dipercaya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelum akhirnya diajukan sebagai calon Kapolri pada 2026.

Keterkaitan Banten dengan perjalanan karier sejumlah pimpinan Polri juga tercatat sebelumnya. Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, misalnya, pernah menjabat sebagai Kapolda Banten pada 2016 sebelum kemudian menduduki sejumlah jabatan strategis hingga menjadi Kapolri pada 2021.

Begitu pula Jenderal Pol Badrodin Haiti yang pernah menjabat Kapolda Banten sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan Kapolri pada 2015.

Ada juga Jenderal Pol. (Purn) Timur Pradopo, Kapolda Banten 2005-2008 yang jadi Kapolri pada 2010-2013.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Surosowan Indonesia Bersatu (SIB). Ketua Umum SIB Tb. Uuy Faisal Hamdan menyebut Banten memiliki posisi strategis dalam perjalanan keamanan nasional dan menyebutnya sebagai “Paku Bumi Nusantara.”

Menurut Uuy, posisi strategis Banten tidak hanya berkaitan dengan sejarah dan kedekatan wilayahnya dengan Jakarta, tetapi juga dengan karakteristik wilayah yang memiliki kompleksitas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Banten adalah Paku Bumi Nusantara,” ujar Uuy dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, salah satu faktor strategis Banten adalah kedekatan geografis dengan pusat pemerintahan dan kekuasaan nasional di Jakarta. Kondisi tersebut membuat dinamika keamanan di Banten memiliki keterkaitan dengan aktivitas di kawasan metropolitan Jabodetabek.

Selain itu, menurut Uuy, Banten memiliki sejumlah objek vital nasional serta jalur transportasi utama yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera.

Karakteristik tersebut mencakup kawasan industri, pelabuhan, jalur penyeberangan Merak-Bakauheni, serta berbagai jalur transportasi yang menjadi bagian penting dari mobilitas orang dan distribusi barang nasional.

Uuy menilai kompleksitas wilayah tersebut membuat aspek keamanan dan ketertiban masyarakat di Banten memiliki posisi strategis dalam konteks keamanan nasional.

“Karena itu, Banten memiliki posisi yang strategis, baik dari sisi geografis, ekonomi, maupun keamanan. Kedekatannya dengan pusat kekuasaan, keberadaan objek vital nasional, serta jalur transportasi utama menjadikan Banten memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional,” kata Uuy.

Dengan disetujuinya Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, keterkaitan antara Banten dan perjalanan karier sejumlah pimpinan tertinggi Polri kembali menjadi sorotan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *