DETIKINSIDE.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing harus menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi peserta pelatihan vokasi agar mampu memanfaatkan peluang kerja yang semakin terbuka, termasuk di luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat meninjau pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) di Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, lulusan pelatihan vokasi tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga harus dibekali kemampuan bahasa sesuai dengan kebutuhan negara tujuan penempatan kerja.
“Permintaan tenaga kerja dari luar negeri masih cukup tinggi. Karena itu, peserta pelatihan perlu memperkuat kemampuan bahasa agar memiliki daya saing yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenaker juga berdialog langsung dengan peserta pelatihan untuk mengetahui proses pembelajaran serta kesiapan mereka memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan program pelatihan.
Ia menilai pelatihan vokasi harus terus mengikuti perkembangan kebutuhan industri sehingga kompetensi yang dimiliki peserta tetap relevan dengan tuntutan pasar kerja.
Afriansyah mencontohkan, calon pekerja migran yang ingin bekerja di Jepang umumnya diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal level N4 sebagai salah satu syarat penempatan.
Selain mendorong peningkatan kompetensi, Wamenaker mengingatkan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar berhati-hati dalam memilih perusahaan penempatan. Ia meminta calon pekerja memastikan perusahaan yang dipilih memiliki izin resmi dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah akan terus memperketat pengawasan terhadap perusahaan penempatan. Jika terbukti melanggar aturan, sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional akan diberikan,” tegasnya.
Afriansyah berharap peningkatan kualitas pelatihan vokasi yang dibarengi dengan penguasaan bahasa dapat menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang lebih kompeten, berdaya saing, dan siap mengisi kebutuhan pasar kerja nasional maupun internasional.








