DETIKINSIDE.COM — Serikat Pekerja Transportasi Jakarta (SPTJ) mendorong pemerintah untuk memperkuat peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pekerja transportasi sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja dan berkembangnya konsep Green Jobs.
Usulan tersebut disampaikan SPTJ dalam audiensi bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Dalam audiensi tersebut, Riswan Karto, selaku Kepala Bidang Strategi dan Pengembangan Organisasi SPTJ, menyampaikan bahwa transformasi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan harus diikuti dengan kesiapan SDM pekerja.
Menurut Riswan, perubahan teknologi, elektrifikasi transportasi, digitalisasi, serta tuntutan terhadap sistem transportasi yang berkelanjutan akan menciptakan kebutuhan kompetensi baru bagi pekerja.
«“Green Jobs bukan hanya soal teknologi dan kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Yang paling penting adalah memastikan pekerjanya juga siap menghadapi perubahan tersebut melalui peningkatan kompetensi, pelatihan, dan pengembangan keterampilan yang berkelanjutan,” ujar Riswan.»
SPTJ memandang pemerintah perlu membangun ekosistem pengembangan kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan industri ke depan. Pekerja transportasi harus diberikan akses terhadap reskilling dan upskilling, sertifikasi kompetensi, serta pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan Green Jobs.
Usulan tersebut mendapat dukungan dari Jan Oratmangun selaku Ketua Umum SPTJ, yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan sektor transportasi dan perlindungan pekerja.
«“Kami ingin memastikan transformasi dunia kerja tidak meninggalkan pekerja. Ketika industri berubah, kompetensi pekerja juga harus ikut ditingkatkan. Pekerja harus menjadi bagian dari perubahan, bukan menjadi korban dari perubahan,” tegas Jan Oratmangun.»
SPTJ juga mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, serikat pekerja, perusahaan, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyiapkan SDM transportasi yang kompeten dan adaptif.
Dalam audiensi tersebut, Wamenaker Afriansyah Noor memberikan perhatian terhadap masukan yang disampaikan SPTJ, khususnya terkait peningkatan kompetensi dan kesiapan pekerja menghadapi perubahan dunia kerja.
SPTJ berharap perhatian tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi pekerja, khususnya dalam menghadapi transformasi sektor transportasi menuju sistem yang lebih modern, digital, dan berkelanjutan.
SPTJ menegaskan, masa depan transportasi bukan hanya tentang kendaraan yang semakin hijau, tetapi juga tentang pekerja yang semakin kompeten.
Transformasi industri harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan pekerja.








