DETIKINSIDE.COM | JAKARTA – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), PPEKRAF, serta sejumlah organisasi mitra menggelar kegiatan Pandu Literasi Digital Lansia bertajuk “Cakap, Aman, Budaya dan Etika di Ruang Digital untuk Lansia” dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT DNIKS ke-59 di Gedung DNIKS, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang diikuti para lanjut usia (lansia), pra sejahtera dan disabilitas tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif. Selain memberikan pemahaman tentang keamanan digital, kegiatan ini juga mendorong lansia untuk tetap aktif dan berdaya di era digital.
Ketua Umum DNIKS, Dr. H.A. Effendy Choirie, M.Ag., M.H., dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Organisasi sosial swasta merupakan mitra Kementerian Sosial yang memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kegiatan edukatif seperti ini perlu terus didorong dan diperluas manfaatnya,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Rahmi Hidayati dari Perempuan Berkebaya Indonesia menyampaikan materi tentang pentingnya melestarikan budaya berkebaya sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak boleh membuat masyarakat melupakan nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur.
“Melalui edukasi budaya berkebaya, kami ingin mengajak masyarakat, termasuk lansia, untuk tetap mencintai dan melestarikan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman,” kata Rahmi.
Sementara itu, T. Nurliyana Habsjah dari PPEKRAF memperkenalkan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan ekonomi kreatif tersebut. Ia menjelaskan berbagai program yang telah dilakukan PPEKRAF dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dalam paparannya, Nurliyana menegaskan komitmen PPEKRAF untuk terus memberikan edukasi kepada para lansia agar lebih melek digital dan mampu menghindari berbagai bentuk penipuan daring yang marak terjadi.
“PPEKRAF siap mendampingi dan memberikan edukasi kepada para lansia agar dapat memanfaatkan teknologi digital dengan aman sekaligus terhindar dari berbagai modus penipuan online,” ujarnya.
Selanjutnya, Sentot Janinto Modjo selaku Pandu Literasi Digital Komdigi memberikan materi mengenai pentingnya literasi digital bagi lansia. Ia menjelaskan berbagai kiat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi menyesatkan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai peluang ekonomi digital, termasuk cara menjadi affiliator yang dapat dijadikan alternatif sumber penghasilan tambahan bagi lansia dari rumah.
“Lansia harus mampu menjadi pengguna internet yang cakap, kritis, dan aman. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya serta selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan digital,” jelas Sentot.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkan ruang digital secara positif, produktif, dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.








