DETIKINSIDE.COM | JAKARTA – Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) bekerja sama dengan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar Workshop Menjahit Kain Perca: Belajar dari Nol Bersama di Ruang Malahayati KOWANI, Jalan Imam Bonjol No. 58, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian Program Pemberdayaan Perempuan bertajuk “Ibuku Hebat, Ibuku Kuat” yang telah resmi diluncurkan pada Jumat (12/6/2026). Workshop tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, melalui pelatihan menjahit dan pengolahan kain perca menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis.
Ketua PPEKRAF, T. Nurliyana Habsjah mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam mengolah kain perca menjadi berbagai produk kerajinan tangan seperti tas dan gantungan kunci yang memiliki nilai jual.
“Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program pemberdayaan perempuan yang telah kami kick off beberapa hari lalu. Melalui keterampilan menjahit kain perca, peserta dapat menghasilkan produk kerajinan seperti tas dan gantungan kunci yang berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di kalangan ibu rumah tangga, sekaligus membuka peluang usaha kreatif berbasis keterampilan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berkelanjutan sehingga semakin banyak perempuan yang memiliki keterampilan dan mampu mengembangkan usaha mandiri,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini juga cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pendaftar yang ingin mengikuti workshop. Namun, panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 50 orang karena keterbatasan peralatan praktik yang tersedia.
“Peminatnya sangat banyak. Namun kami harus membatasi kuota peserta menjadi 50 orang karena keterbatasan kit dan perlengkapan praktik yang digunakan selama pelatihan berlangsung,” jelasnya.
Selain menyasar kaum ibu, workshop ini juga terbuka bagi remaja dan generasi muda yang ingin meningkatkan keterampilan di bidang kerajinan tangan dan ekonomi kreatif.
“Pelatihan ini tidak hanya diperuntukkan bagi ibu-ibu, tetapi juga terbuka untuk remaja dan anak muda yang ingin belajar keterampilan baru serta menambah kemampuan yang dapat dimanfaatkan di masa depan,” tambahnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pelatihan dasar menjahit kain perca dari mentor PPEKRAF, Eka Yunita. Selain itu, penyelenggara juga menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan branding dan pemasaran bagi 10 peserta unggulan serta kesempatan mengikuti pameran hasil karya.
Melalui kegiatan ini, PPEKRAF dan KOWANI berharap dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan limbah tekstil menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi.








