Viva Yoga: Program Transmigrasi Selaras dengan Visi Kesejahteraan Presiden Prabowo

JAKARTA, DETIKINSIDE.COM – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kesejahteraan rakyat harus diwujudkan melalui program nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Hal itu disampaikan Viva Yoga usai mencermati pidato Presiden Prabowo dalam agenda Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2026).

Menurutnya, Presiden menekankan pentingnya pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan membangun perekonomian nasional yang berkeadilan dan mampu menciptakan kesejahteraan rakyat.

“Presiden memiliki komitmen untuk mewujudkan masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Viva Yoga, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu perhatian pemerintah saat ini adalah peningkatan kesejahteraan nelayan. Presiden, kata dia, mendorong pembangunan 5.000 desa nelayan agar masyarakat pesisir memiliki sarana melaut yang memadai dan mampu meningkatkan nilai hasil tangkapan ikan.

Viva Yoga menilai arahan tersebut sejalan dengan program Kementerian Transmigrasi dalam memberdayakan transmigran di sejumlah kawasan, seperti Barelang di Kepulauan Riau dan Pasangkayu di Sulawesi Barat, untuk menjadi nelayan produktif.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Transmigrasi tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyalurkan bantuan 16 kapal berukuran 5 GT kepada 16 Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan sekaligus memperbaiki taraf hidup para transmigran nelayan.

“Pembangunan kawasan transmigrasi merupakan bagian dari upaya mendukung visi Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain sektor perikanan, Viva Yoga juga menyoroti sektor perkebunan kelapa sawit yang dinilai berkontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat transmigrasi. Salah satu contohnya berada di kawasan transmigrasi Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Jambi.

Di Desa Karya Harapan Mukti, sekitar 1.000 kepala keluarga mayoritas bekerja sebagai petani sawit. Dari lahan seluas dua hektare, warga disebut mampu memperoleh pendapatan hingga Rp15 juta per masa panen.

Menurut Viva Yoga, kondisi tersebut menunjukkan bahwa program transmigrasi tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Transmigrasi menjadi salah satu jalan untuk ikut mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagaimana yang disampaikan Presiden,” pungkasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *