DETIKINSIDE.COM — Organisasi Surosowan Indonesia Bersatu (SIB) terus menegaskan posisinya sebagai wadah yang berfokus pada pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal Nusantara.
Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui rencana kegiatan silaturahmi besar para tokoh adat dari berbagai wilayah di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei mendatang.
Ketua Umum DPP SIB, Tb Uuy Faisal Hamdan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar tokoh adat sekaligus memperkuat peran budaya lokal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu disampaikannya dalam keterangan resmi pada Minggu (19/4).
“Surosowan Indonesia Bersatu hadir sebagai organisasi yang identik dengan perjuangan menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal Nusantara. Silaturahmi ini bukan hanya pertemuan, tetapi juga upaya menyatukan nilai-nilai luhur bangsa dari berbagai daerah,” ujar Uuy.
Dalam agenda tersebut, SIB akan menghadirkan sejumlah tokoh adat dari berbagai wilayah strategis. Dari Banten, akan hadir tokoh adat Citorek serta tokoh adat Cisungsang Banten Selatan yang dikenal sebagai penjaga tradisi leluhur. Sementara dari Jawa Barat, keterlibatan Kasultanan Cirebon, baik Kasepuhan maupun Kanoman, serta tokoh adat dari Sumedang, menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring budaya di tanah Sunda.
Tak hanya itu, wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Solo juga akan turut berpartisipasi, menunjukkan keterlibatan budaya Jawa dalam forum tersebut. Dari kawasan timur Indonesia, Kasultanan Tidore dijadwalkan hadir membawa perspektif budaya Maluku Utara. Sementara dari Sumatera Barat, perwakilan adat Pagaruyung yang berkaitan dengan peninggalan Raja Adityawarman Minangkabau turut diundang sebagai bagian dari representasi sejarah dan peradaban Nusantara.
Menurut Uuy, pertemuan lintas adat ini diharapkan mampu menjadi ruang konsolidasi budaya nasional yang selama ini terfragmentasi oleh batas wilayah dan kepentingan sektoral. SIB ingin memastikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan menjadi fondasi dalam pembangunan nasional.
“Kami ingin budaya tidak hanya menjadi simbol, tetapi menjadi kekuatan nyata dalam menjaga persatuan bangsa,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, SIB menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak secara simbolik, tetapi juga aktif membangun jejaring kebudayaan yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Nusantara.








