Pemuda Bukan Mencari Ruang yang Seksi Tapi Menciptakan Perubahan

Oleh — Riswan Karto, S.Kom., Ch.Cht / Wakil Ketua DPD KNPI DKI Jakarta

Ketika saya memilih masuk ke KNPI, saya tahu ada yang bertanya, “Kenapa KNPI? Bukankah sudah tidak seksi lagi?”

Saya paham. KNPI hari ini menghadapi banyak dinamika, banyak pandangan, banyak kepentingan, bahkan banyak isme di dalamnya.

Tapi bagi saya, perjuangan pemuda bukan tentang mencari ruang yang paling nyaman, paling populer, atau paling seksi.

Kalau kita hanya mau masuk ketika semuanya sudah baik, lalu siapa yang akan ikut membenahi ketika ada yang harus diperbaiki?

Saya memilih masuk bukan karena KNPI sedang menjadi pusat perhatian.

Saya masuk karena saya percaya, ruang pemuda harus tetap diisi oleh pemuda yang mau berpikir, bekerja, dan mengambil tanggung jawab.

Perbedaan adalah dinamika.
Kritik adalah bagian dari perjalanan.
Dan tantangan adalah alasan untuk bergerak lebih jauh.

Saya tidak ingin hanya bertanya, “KNPI masih seksi atau tidak?”

Saya ingin bertanya:

“Apa yang bisa saya lakukan agar KNPI kembali relevan, dipercaya, dan berdampak bagi pemuda?”

Karena organisasi tidak menjadi berarti hanya karena namanya.

Organisasi menjadi berarti ketika orang-orang di dalamnya mampu memberikan gagasan, menjaga integritas, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat.

Bagi saya, pemuda bukan penonton perubahan. Pemuda harus menjadi bagian dari perubahan.

Maka saya memilih hadir.
Saya memilih bekerja.
Saya memilih berproses.

Bukan mencari ruang yang seksi, tetapi ikut menciptakan ruang yang berarti.

Karena pada akhirnya, yang menentukan masa depan organisasi bukan seberapa seksi panggungnya, tetapi seberapa besar keberanian orang-orang di dalamnya untuk berjuang.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *