DETIKINSIDE.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Riswan Karto, mengajak seluruh elemen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), tanpa memandang kepemimpinan maupun latar belakang organisasi, untuk kembali duduk bersama membangun persatuan gerakan pemuda Indonesia.
Menurut Riswan, tantangan bangsa saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Transformasi digital, perubahan sosial, dinamika ekonomi, hingga persaingan global menuntut hadirnya pemuda yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu berkolaborasi, berinovasi, dan mengambil tanggung jawab dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
“Menjadi pemuda hari ini bukan sekadar soal usia. Menjadi pemuda adalah tentang keberanian mengambil tanggung jawab atas masa depan bangsa. Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar menjadi penonton perubahan,” ujar Riswan.
Ia mengakui bahwa banyak pihak menilai KNPI tidak lagi menjadi organisasi yang seseksi pada masa-masa kejayaannya. Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi panggilan perjuangan bagi generasi muda.
“Ketika sebuah organisasi tidak lagi menjadi tempat yang populer, justru di situlah dibutuhkan keberanian, ketulusan, dan idealisme untuk tetap hadir membangun serta menghidupkannya kembali. Perjuangan bukan tentang memilih panggung yang ramai, tetapi keberanian mengambil bagian dalam keputusan besar untuk mengembalikan marwah gerakan pemuda Indonesia,” tegasnya.
Riswan menilai KNPI harus kembali menjadi rumah besar seluruh organisasi kepemudaan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan kepemimpinan maupun dinamika organisasi tidak boleh menghilangkan semangat persatuan pemuda.
“Saya mengajak seluruh KNPI, siapa pun ketua umumnya dan dari versi mana pun, untuk duduk bersama. Kita harus mengedepankan persatuan dibandingkan perbedaan. Bangsa ini membutuhkan gerakan pemuda yang solid, bukan terpecah karena kepentingan masing-masing.”
Menurutnya, KNPI harus kembali memainkan peran strategis sebagai ruang kolaborasi lintas organisasi kepemudaan, ruang kaderisasi kepemimpinan nasional, sekaligus laboratorium lahirnya gagasan-gagasan besar bagi kemajuan Indonesia.
“Kita ingin menggagas kembali peran pemuda Indonesia di bawah satu naungan dan satu bendera. Bukan untuk menyeragamkan cara berpikir, tetapi menyatukan semangat, memperkuat persaudaraan, dan mengonsolidasikan seluruh energi pemuda demi kepentingan bangsa dan negara.”
Riswan juga mengingatkan bahwa sejarah Indonesia selalu menunjukkan keterlibatan pemuda dalam setiap momentum perubahan besar. Karena itu, menurutnya, generasi muda hari ini memiliki tanggung jawab moral untuk kembali mengambil peran strategis.
“Pertanyaannya bukan lagi apakah KNPI masih relevan, melainkan apakah kita memiliki keberanian untuk menjadikannya kembali relevan. Kebangkitan pemuda tidak dimulai dari banyaknya tepuk tangan, tetapi dari keberanian segelintir orang yang memilih tetap berjuang ketika yang lain mulai meninggalkan.”
Di akhir pernyataannya, Riswan mengajak seluruh organisasi kepemudaan, tokoh muda, serta seluruh kader KNPI di Indonesia untuk membuka ruang dialog dan membangun rekonsiliasi demi masa depan gerakan pemuda yang lebih kuat.
“Sudah saatnya seluruh elemen KNPI kembali bergandengan tangan. Persatuan adalah fondasi utama agar pemuda Indonesia mampu menjadi kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan kekuatan sosial yang diperhitungkan dalam pembangunan bangsa. Mari kita satukan langkah, satukan tekad, dan bersama-sama mengembalikan KNPI sebagai rumah besar seluruh pemuda Indonesia.”
Satu Naungan. Satu Bendera. Satu Tekad. Bersatu untuk Indonesia yang Lebih Maju.








