DETIKINSIDE.COM | JAKARTA – Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mendorong penguatan peran perempuan melalui pengembangan ekonomi kreatif, kepemimpinan, dan kesehatan dalam Seminar Nasional dan Kick Off Program Pemberdayaan Perempuan bertajuk “Ibuku Hebat, Ibuku Kuat: Perempuan Berdaya Melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal” yang digelar di Jakarta, Jum’at (12/6).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program ICW-CIF Development Small Project tersebut dihadiri organisasi perempuan, pelaku UMKM, akademisi, komunitas perempuan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ketua Umum PPEKRAF, Tengku Nurliyana Habsjah, mengatakan pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga kepemimpinan, kesehatan, dan akses terhadap berbagai peluang yang setara.
“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan lebih tangguh dan pembangunan bangsa dapat berjalan lebih berkelanjutan,” ujarnya dalam sambutan.
Sementara itu, Ketua Umum KOWANI, Nani Hadi, yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai pilar ketahanan keluarga sekaligus mitra strategis dalam pembangunan nasional.
Menurutnya, perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di berbagai sektor apabila memperoleh ruang, kesempatan, dan dukungan yang memadai.
Seminar tersebut juga menghadirkan talkshow yang diisi sejumlah tokoh perempuan nasional. Sekretaris Jenderal KOWANI, Ratu Dian Hatifah, mengajak perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperluas jejaring guna memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Di sisi lain, Lien Nurhayani, S.E, selaku DWP Kemnaker menyoroti peluang yang muncul dari transformasi digital dan perubahan dunia kerja. Menurutnya, perkembangan tersebut membuka kesempatan baru bagi perempuan untuk berkembang baik sebagai tenaga profesional maupun pelaku usaha mandiri.
Perspektif inklusif turut disampaikan oleh Fatimah Asri Mutmainnah dari Komisi Nasional Disabilitas. Ia menegaskan bahwa seluruh perempuan, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.
“Perempuan tanpa batas bukan berarti tanpa tantangan, tetapi perempuan yang mampu melampaui batasan yang selama ini dianggap menghalangi potensinya,” kata Fatimah.
Selain membahas pemberdayaan ekonomi dan kepemimpinan, kegiatan tersebut juga menghadirkan edukasi kesehatan bertajuk “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat” yang disampaikan tim EMC Pekayon. Materi yang diberikan meliputi pentingnya deteksi dini kanker serta penerapan pola hidup sehat sebagai investasi jangka panjang bagi perempuan dan keluarga.
Diskusi yang dipandu Sekretaris Jenderal PPEKRAF, Anisa Rahmawati, berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan peserta terkait isu pemberdayaan perempuan, ekonomi kreatif, kesehatan, dan pembangunan inklusif.
Melalui kegiatan ini, PPEKRAF menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program peningkatan kapasitas perempuan, penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
Penyelenggara berharap seminar dan kick off program tersebut menjadi langkah awal lahirnya gerakan bersama dalam mewujudkan perempuan Indonesia yang lebih berdaya, sehat, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.








